Jenderal Andika Perkasa Buka Suara soal Telegram Panglima TNI

  • Share

Jenderal Andika Perkasa Buka Suara soal Telegram Panglima TNI – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan tak menutup diri atas pemeriksaan aparat penegak hukum (APH) terhadap prajuritnya meski surat telegram (ST) yang mengatur terkait hal itu telah diterbitkan.

Andika mengatakan bahwa pihaknya juga akan merujuk pada aturan perundang-undangan terkait dengan proses hukum yang berlaku di Indonesia.

“Selama ini sudah berlangsung. Sudah berlangsung dan ada mekanismenya. Sama sekali bukan berarti kita menutup pemeriksaan, tidak. Sama sekali tidak,” kata Andika kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/11).

Andika mengaku belum mengetahui secara rinci mengenai rujukan telegram tersebut. Diketahui, ia baru menjabat sebagai Panglima selama enam hari.

Sementara, Surat Telegram (ST) nomor ST/1221/2021 yang dirujuk dalam perkara ini ditandatangani pada 5 November 2021 sebelum ia menjabat. Dalam hal ini, telegram ditandatangani oleh Kasum TNI, Letjen Eko Margiyono.

Baca Juga : Pemerintah Cairkan Insentif Rp 1,5 Juta Untuk 44 Ribu Guru Agama Non PNS

“Saya harus cek lagi (terkait telegram). Tetap saya harus ikuti peraturan perundangan, harus,” ucap dia.

“Jadi mekanisme soal pemanggilan segala macam itu soal teknis saja,” tambahnya lagi.

Sebagai informasi, dalam telegram tersebut disebutkan bahwa pemanggilan yang dilakukan terhadap prajurit TNI oleh aparat penegak hukum untuk memberikan keterangan atas suatu peristiwa hukum harus melalui komandan atau kepala satuan.

Kemudian, Prajurit TNI yang memberikan keterangan kepada aparat dapat dilakukan di satuannya atau di kantor aparat penegak hukum dimaksud dengan didampingi oleh perwira hukum atau perwira satuan.

Polri merespons telegram tersebut dengan akan tetap mengedepankan asas persamaan di depan hukum dalam bertugas. Proses hukum, diklaim Polri akan dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Prinsipnya penyidik harus tunduk pada sel regulasi yang mengatur prosedur penegakan hukum dan menghormati hak-hak konstitusional setiap warga negara. Yang berlaku azaz equality before the law,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (23/11).

  • Share
Tk88
In questa orologi replica italia straordinaria storia della sua vita, non potevano mancare al suo polso i nuovissimi migliori orologi Breitling Navitimer replica, il cronografo più iconico del marchio che oggi festeggia i suoi 70 anni e rimane uno dei più riconoscibili top Breitling replica orologi mai realizzati . Dirompente e rivoluzionario negli anni '50, torna oggi con un design replica orologi italia rinnovato e più valorizzato, con un forte richiamo alla voglia di viaggiare. Giorgi ha scelto il modello da 43 mm, con calibro di manifattura Breitling B01 e quadrante blu, il colore che ha nel cuore. Come suggerisce la campagna internazionale degli orologi Breitling replica perfetta, con la squadra composta dalla superstar del basket Giannis Antetokounmpo, dalla ballerina dell'American Ballet Misty Copeland e dall'esploratore Bertrand Piccard, anche Giorgio ha affrontato un viaggio incredibile per diventare il migliore nella sua disciplina: ha tracciato un percorso e l'ha seguito con tutta la determinazione possibile, pronto a conquistare replica orologi anche i prossimi traguardi.
Während es aus technischer Sicht nicht viel über eine Datejust zu sagen gibt, sollte darauf hingewiesen werden, dass die rolex replica vom neuesten und besten hauseigenen Kaliber 3235 angetrieben wird – der Krone Rolex um 6 Uhr auf ihrem weißen Timer . ist der Entwickler. Dieses Automatikwerk ist ein offiziell zertifizierter Chronometer der Superlative, der mit einer paramagnetischen blauen Parachrom-Spirale, einem Paraflex-Stoßsicherungssystem replica uhren und einer Chronergy-Hemmung ausgestattet ist.