Nasabah Prioritas Gugat BRI Rp 1 Triliun karena Salah Transfer

  • Share

Nasabah Prioritas Gugat BRI Rp 1 Triliun karena Salah Transfer – Seorang nasabah bernama Indah Harini menggugat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI usai dikriminalisasi dengan menggunakan UU No 3 Tahun 2001 Tentang Transfer Dana.

Lewat kuasa hukumnya dari kantor Hukum Mastermind & Associates, Indah yang masuk dalam daftar nasabah prioritas itu menggugat BRI sebesar hampir Rp 1 triliun atas kerugian materiil dan immateriil akibat kasus salah transfer yang menyebabkan dirinya dijadikan tersangka.

Salah satu penasihat hukum Indah, Henri Kusuma, mempertanyakan bank besar seperti BRI bisa melakukan salah transfer.

“Mengapa ada salah transfer di bank sekelas BRI, tapi baru diminta balik dananya setelah 11 bulan? Dari sisi kepatutan waktu sudah janggal. Di mana prinsip kehati-hatian perbankan diterapkan?” kata Henri, Rabu, 22 Desember 2021.

Gugatan yang dilayangkan menyangkut kerugian immateril karena Indah telah dilaporkan BRI ke kepolisian Polda Metro Jaya dan. Indah Juga menjadi tersangka akibat salah transfer serta diblokir rekeningnya.

Baca Juga : Mediatek Semakin Unggul Dari Qualcomm, Kok Bisa?

Lalu, bagaimana sebenarnya kronologi kasus salah transfer tersebut?

Masalah ini berawal pada 25 November 2019. Saat itu ada 3 kali transfer masuk ke rekening tabungan valas poundsterling milik Indah.

Indah lalu mendatangi kantor BRI pada 3 Desember 2019 untuk menanyakan perihal transfer atau dana masuk yang terdapat keterangan invalid credit Account currency. Selanjutnya, customer service BRI membuat laporan ke Divisi Pelayanan dan kemudian memberikan Trouble tiket dengan Nomor TTB 25752980 sebagai bukti pelaporan.

Lalu pada 10 Desember 2019 terdapat 4 kali transaksi transfer masuk dan pada 16 Desember 2019 terjadi 2 kali transfer masuk ke rekening Indah. Jika ditotal, nilai dana yang masuk mencapai 1,7 juta poundsterling atau sekitar Rp 30 miliar.

Di hari yang sama, 10 dan 16 Desember 2019, Indah menanyakan kembali ke Customer Service BRI perihal dana masuk tersebut. Menurut penjelasan Henri, pertanyaan Indah itu kemudian dijawab oleh customer service BRI.

Setelah mengecek komputernya, customer service BRI mengatakan bahwa tidak ada keterangan dan klaim dari divisi lain. Berarti itu memang uang masuk ke rekening Indah.

Dengan dasar pernyataan dan konfirmasi BRI yang menyatakan tidak ada masalah dengan adanya uang masuk tersebut, maka pada 23 Desember 2019, Indah memindahkan dana itu ke rekening deposito berjangka valas poundsterling pada kantor cabang Bank BRI.

Berikutnya, pada 24 Februari 2020, Indah memindahkan dana itu ke rekening BRI Syariah. Setelah memastikan tidak ada klaim dari BRI, ia lantas menggunakan dana tersebut dalam beberapa kali transaksi selama periode tahun 2019 hingga 2020.

Tapi pada 6 Oktober 2020, accout officer BRI menelepon dan memberitahu bahwa telah terjadi kekeliruan dalam transaksi tabungan valas sebesar 1,7 juta poundsterling yang diterima pada kurun waktu 25 November 2019 – 15 Desember 2019.

Baca Juga : Pernyataan Jokowi soal Omicron Terdeteksi di Indonesia

“BRI menghubungi klien kami tanpa surat resmi dan hanya menyodorkan dua lembar kertas HVS kosong. Klien kami diminta menulis kesanggupan untuk mengembalikan dana yang sudah masuk,” tutur Henri.

Soal dugaan salah transfer tersebut, pemimpin Kantor Cabang Khusus BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan kejadian itu terjadi pada 2019.

Saat itu diketahui Indah Harini telah menerima dana yang bukan haknya di rekening dengan nilai lebih dari Rp 30 miliar.

Akhmad menyatakan, sesuai dengan pasal 85 UU No.3 Tahun 2011 disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda Rp 5 miliar.

“Sesuai kewajiban hukum, yang bersangkutan wajib mengembalikan dana yang bukan menjadi haknya,” kata Akhmad.

Tapi karena Indah tidak mempunyai itikad baik untuk mengembalikan dana yang bukan haknya tersebut kepada BRI, kata Akhmad, maka BRI telah menempuh jalur hukum secara pidana untuk menyelesaikan hal tersebut. “Dan saat ini ia telah ditetapkan sebagai tersangka,” ucapnya.

Akhmad juga memastikan bahwa BRI menghormati proses hukum terhadap perseroan yang sedang berlangsung.

  • Share
Tk88
In questa orologi replica italia straordinaria storia della sua vita, non potevano mancare al suo polso i nuovissimi migliori orologi Breitling Navitimer replica, il cronografo più iconico del marchio che oggi festeggia i suoi 70 anni e rimane uno dei più riconoscibili top Breitling replica orologi mai realizzati . Dirompente e rivoluzionario negli anni '50, torna oggi con un design replica orologi italia rinnovato e più valorizzato, con un forte richiamo alla voglia di viaggiare. Giorgi ha scelto il modello da 43 mm, con calibro di manifattura Breitling B01 e quadrante blu, il colore che ha nel cuore. Come suggerisce la campagna internazionale degli orologi Breitling replica perfetta, con la squadra composta dalla superstar del basket Giannis Antetokounmpo, dalla ballerina dell'American Ballet Misty Copeland e dall'esploratore Bertrand Piccard, anche Giorgio ha affrontato un viaggio incredibile per diventare il migliore nella sua disciplina: ha tracciato un percorso e l'ha seguito con tutta la determinazione possibile, pronto a conquistare replica orologi anche i prossimi traguardi.
Während es aus technischer Sicht nicht viel über eine Datejust zu sagen gibt, sollte darauf hingewiesen werden, dass die rolex replica vom neuesten und besten hauseigenen Kaliber 3235 angetrieben wird – der Krone Rolex um 6 Uhr auf ihrem weißen Timer . ist der Entwickler. Dieses Automatikwerk ist ein offiziell zertifizierter Chronometer der Superlative, der mit einer paramagnetischen blauen Parachrom-Spirale, einem Paraflex-Stoßsicherungssystem replica uhren und einer Chronergy-Hemmung ausgestattet ist.